emkab Sintang Ajak Jadikan Imlek 2026 Momentum Pererat Persaudaraan dan Bangun Daerah yang Rukun serta Berdaya Saing

Diposting pada

SINTANG – Pemerintah Kabupaten Sintang berharap momentum perayaan Imlek Tahun 2026 dapat menjadi peristiwa penting untuk terus mempererat persaudaraan, saling menghormati, serta bekerja bersama dalam membangun Kabupaten Sintang yang aman, rukun, dan berdaya saing. Harapan tersebut disampaikan Bupati Sintang melalui Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Asmidi, saat menghadiri acara Apresiasi Imlek GSY Jemaat Rajawali Sintang pada Kamis, 26 Februari 2026.

Kegiatan yang mengangkat tema “Diberkati, Bukan Hoki” tersebut dihadiri oleh umat Kristiani yang merayakan Imlek, para gembala, serta jemaat GSY Rajawali Sintang. Acara berlangsung dalam suasana penuh sukacita, kebersamaan, dan kekeluargaan. Perayaan ini tidak hanya menampilkan nuansa budaya Tionghoa, tetapi juga dipadukan dengan penguatan nilai-nilai rohani yang memberi makna lebih mendalam bagi seluruh jemaat yang hadir.

Dalam sambutan tertulis Bupati Sintang yang dibacakan Asmidi, ditegaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun Kabupaten Sintang yang memiliki wilayah luas dan masyarakat yang majemuk. Partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan, termasuk etnis Tionghoa, gereja, serta berbagai organisasi kemasyarakatan, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang damai, harmonis, dan produktif.

Asmidi menjelaskan bahwa tema “Diberkati, Bukan Hoki” mengandung pesan moral dan spiritual yang kuat. Keberhasilan, kesehatan, serta berbagai pencapaian dalam kehidupan bukan semata-mata karena keberuntungan, melainkan karena berkat Tuhan yang disertai kerja keras, ketekunan, disiplin, dan integritas dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Di tengah perkembangan zaman dan tantangan yang semakin kompleks, kita tidak bisa hanya mengandalkan keberuntungan. Kita harus membangun karakter, memperkuat iman, serta menjaga semangat gotong royong. Berkat Tuhan akan nyata ketika kita juga berusaha dengan sungguh-sungguh dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan,” ujar Asmidi.

Ia juga menekankan bahwa Kabupaten Sintang adalah rumah besar bagi seluruh masyarakat tanpa memandang perbedaan suku, agama, maupun latar belakang budaya. Keberagaman yang ada justru menjadi kekuatan dan modal sosial yang sangat berharga untuk terus dijaga dan dirawat bersama. Perayaan Imlek serta kegiatan yang dilaksanakan GSY Jemaat Rajawali Sintang dinilai sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah sekaligus wujud nyata toleransi dan harmoni di tengah masyarakat.

Selain itu, Asmidi menyampaikan apresiasi kepada GSY Rajawali Sintang yang tidak hanya merayakan Imlek sebagai tradisi budaya, tetapi juga mengisinya dengan pembinaan rohani dan penguatan generasi muda. Menurutnya, anak-anak dan kaum muda merupakan aset penting bagi masa depan Kabupaten Sintang. Jika generasi muda tumbuh dengan iman yang kuat, karakter yang baik, serta semangat melayani dan berkarya, maka optimisme terhadap kemajuan dan kesejahteraan Sintang di masa mendatang akan semakin besar.

Menutup sambutan tersebut, Asmidi menyampaikan ucapan selamat merayakan Imlek kepada seluruh umat yang merayakan. Ia mengajak masyarakat untuk sungguh-sungguh hidup sebagai pribadi yang diberkati, bukan sekadar berharap pada keberuntungan, melainkan berjalan dalam iman, kerja keras, kebersamaan, dan semangat persatuan demi kemajuan Kabupaten Sintang.